Friday, January 8, 2010

Pengantar Riset Kuantitatif & Kualitatif

Pendahuluan

Pdt. Andreas Bambang Subagyo, Ph.D. mendapat gelar B.Th (1972) dari STBI, B.A. (1980) dari IKIP Negeri Semarang, M.Div. (1982) dari STBI, Sarjana pendidikan (1985) dari UKSW, M.A. (1988) dari Southwestern Baptist Theological Seminary, dan Ph.D (1993) dari Southwestern Baptist Theological Seminary, Texas. Beliau sekarang mengajar sebagai dosen paruh waktu di sejumlah STT dan sebagai praktsi pemberdayaan orang dewasa di Semarang.
Buku setebal hampir 500 halaman ini dibagi menjadi tiga bagian yaitu konsep-konsep dasar, proposal dan pelaksanaan, dan pelaporan. Masing-masing bagian tersebut kemudian dibagi lagi menjadi beberapa bab/pasal sehingga total mencapai 12 bab.


Bagian I: Konsep-konsep Dasar

Bab 1: Arti dan Fungsi Penelitian

Penelitian dilakukan berdasarkan salah satu dari paradigma positivis atau paradigma post-positivis.
Paradigma positivis mempunyai paradigma bahwa realitas dan apa yang benar adalah tunggal, konkret, dan dapat dibagi-bagi; hubungan antara yang mengetahui dan yang diketahui terlepas satu sama lain; generalisasi yang bebas dari waktu dan konteks dapat dilakukan; hubungan sebab-akibat dapat dipastikan karena ada itu penyebab yang nyata; nilai tidak berperan karena penelitian itu bebas nilai. Positivisme mempunyai dua sisi yaitu bersifat logis dan empiris sehingga riset adalah mengetahui dan atau berpikir ilmiah.
Paradigma post-positivis mempunyai paradigma bahwa realitas adalah lebih dari satu (jamak), merupakan bentukan, dan holistik; hubungan antara yang mengetahui dan yang diketahui tidak terpisahkan dan interaktif; generalisasi yang bebas waktu dan konteks tidak dimungkinkan sehingga hipotesis yang dibuat terikat waktu dan konteks; tidak ada penyebab yang sebenarnya karena semua entitas saling membentuk; penelitian itu terikat pada nilai.
Permasalahan bagi penelitian teologi adalah apakah penelitian teologi itu menggunakan pendekatan positivis atau post-positivis. Pada batas-batas tertentu penelitian teologi mempunyai ciri-ciri paradigma positivis, namun hanya mengandalkan paradigma positivis belaka tidaklah memadai. Demikian juga hanya mengandalkan paradigma post-positivis tidaklah memadai. Harus diingat bahwa penelitian teologi mempunyai pra-anggapan (misal. ada kuasa adi kodrati) yang mempengaruhi pra-anggapan tentang nilai, pengetahuan, logika, sejarah dan bahasa. Dapat dikatakan bahwa penelitian teologi mencakup berbagai metode penelitian ilmu-ilmu lainnya sehingga diperlukan pembelajaran metode-metode teologi dan metode-metode ilmu lainnya yang relevan dengan bidang teologi. Jadi dalam bidang keagamaan, penelitian dilakukan untuk kepentingan pelayanan, yaitu untuk melayani Allah dan manusia.

Bab 2: Ancangan dan Rancangan Penelitian

Sesuai dengan paradigma penelitian (positivis atau post-positivis), ada dua ancangan penelitian yang dapat dipilih yaitu ancangan positivis (kuantitatif) dan ancangan naturalis (kualitatif).
Ancangan positivis (kuantitatif) berpendapat bahwa satu-satunya metode ilmiah sejati untuk memperoleh pengetahuan adalah metode hipotesis-deduktif, yitu menggunakan metode ilmiah dengan prosedur langkah demi langkah dalam memecahkan masalah atas dasar pengamatan empiris.
Ancangan naturalis (kualitatif) berdasar pada metode kualitatif dan deskriptif untuk mengumpulkan data, menghasilkan hipotesis, dan kesimpulan umum sebagai bagian dari prosesnya.
Untuk penelitian teologi, Rothery menyarankan penggabungan kedua ancangan itu dengan memanfaatkan pandangan naturalis tanpa membuang pandangan positivis. Pandangan ini mengakui adanya dua realitas, yaitu realitas objektif dan realitas subjektif.
Dalam pengertian luas, rancangan penelitian menunjuk pada semua prosedur yang dipilih untuk menyelidiki sekumpulan pertanyaan atau hipotesis, hubungan kausal (jika ada) di antara variabel atau gejala yang diselidiki. Penulis buku membahas jenis-jenis rancangan penelitian ini dalam bab 3-bab 6 di bawah ini.


Bab 3: Penelitian Eksperimental dan Kuasi-Eksperimental

Penelitian eksperimental dan kuasi-eksperimental (penelitian yang menggunakan eksperimen dan kuasi-eksperimental sebagai strategi) mencakup variabel bebas dan variabel terikat. Perbedaan di antara keduanya adalah dalam hal tingkat pengendalian eksperimennya.
Dalam penelitian eksperimental, pengendalian variabel sangatlah penting. Peneliti menjaga agar tidak ada pengaruh lain yang masuk kecuali variabel bebas. Berarti eksperimen dijaga agar valid secara internal (agar dapat disimpulkan bahwa variabel bebas menyebabkan perubahan pada variabel terikat) dan eksternal (dapat menarik kesimpulan umum terhadap populasi).
Sedangkan dalam penelitian kuasi-ekperimental, variabel bebas dapat muncul secara alami maupun karena diatur oleh peneliti. Pembagian kelompok secara acak mungkin tidak dapat dilakukan. Untuk meningkatkan rancangan, subyek dapat disepadankan.
Rancangan penelitian eksperimental dalam arti sempit tidak dapat digunakan untuk penelitian teologi, namun dapat digunakan dalam studi keagamaan. Misalnya mengadakan eksperimen mengenai ibadah dengan nyanyian kontemporer atau penyajian khotbah menggunakan multimedia.


Bab 4: Penelitian Kuantitatif Bukan Eksperimential

Penelitian kuantitatif bukan eksperimental sangat beragam jenisnya ditinjau dari berbagai segi misalnya dari tujuan secara umum atau secara khusus atau dari sifat variabel bebasnya. Jenis-jenis penelitian ini adalah:

• Penelitian survey.
Survey adalah penelitian yang sampelnya diambil dari satu populasi dengan keusioner, wawancara, dan pemeriksaan catatan sebagai sumber pengumpulan data pokok. Ada dua macam survey, yaitu cross-sectional (sensus) dan longitudinal.
• Penelitian pengamatan sistemik.
Melakukan pengamatan langsung dalam situasi yang sebenarnya tanpa diketahui subyeknya; atau jika subyeknya dilibatkan, dia diminta untuk melakukan peran tertentu dalam kelompok yang diamati.
• Analisis isi.
Yaitu sebuah teknik riset untuk menggambarkan isi yang tampak dalam bentuk komunikasi apapun secara obyektif, sistematik, dan kuantitatif.
• Penelitian kausal komparatif.
Penelitian ini menyelidiki hubungan kausal di antara variabel sebelum eksperimen dilakukan atau sebagai pengganti eksperimen.
• Penelitian korelasional.
Penelitian ini lebih dalam meneliti variabel bebas dan analisa data yang didapatkan. Hasil penelitian dilakukan dengan statistik korelasional.
• Penelitian untuk prakiraan.
Bertujuan untuk menetapkan tingkat kemungkinan bahwa sesuatu dapat terjadi di masa datang dengan meneliti kemampuan suatu variabel untuk memperkirakan suatu variabel kriterion.
• Penelitian evaluasi.
Evaluasi adalah kegiatan yang luas dan penting untuk merancang, menjalankan, dan memeriksa keguanan program-program kemasyarakatan dan hasilnya akan mempengaruhi kebijakan sosial dan memberikan jawaban atas hasil yang dicapai.
• Penelitian dan pengambangan.
Yaitu penerapan metode ilmiah untuk menciptakan sesuatu yang baru, yaitu proses yang berulang dan dimulai dari penetapan tujuan dan mutu produk. Produk dinilai, diperbaiki, dipakai lagi dan dinilai kembali.


Bab 5: Penelitian Kualitatif Bukan Eksperimental

Penelitian ini dipakai di bidang sosial dan humaniora, sosiologi, antropologi, psikologi, ilmu politik dan berbagai studi teologi.
Macam-macam penelitian kualitatif ilmu sosial dan humaniora:
• Grounded theory (metode perbandingan terus menerus).
Melakukan perbandingan terus menerus antara data dan kategori yang sedang muncul serta sampling teoritis dari kelompok yang berbeda untuk mempertegas perbedaan/persamaan informasi berdasar perspektif banyak subyek.
• Etnografi.
Menyelidiki satu kelompok kultural (suku) apa adanya dalam waktu yang lama melalui pengamatan.
• Fenomenologi.
Meneliti pengalaman manusia melalui penjelasan terperinci dari orang yang diselidiki (dari perspektif subyek).
• Studi kasus.
Menyelidiki sesuatu yang ada atau gejala yang diikat oleh waktu dan kegiatan, lalu mengumpulkan informasi terperinci dengan berbagai prosedur pengumpulan data selama waktu tertentu.
• Hermeneutik.
Yaitu interpretasi teks (makna tertulis) dengan menggunakan analisis tekstual dan interpretasi untuk mendapatkan makna dari teks.
• Metode biografi.
Melakukan penyelidikan pertama untuk mendapat sumber data, menggunakan arsip, dan mengembangkan suatu tema untuk mengintegrasikan kehidupannya.
• Penelitian partisipatif.
Yaitu studi sistematik mengenai usaha-usaha untuk mengubah dan menjadikan praktik pendidikan menjadi lebih baik melalui tindakan praktis dan refleksi atas akibat tindakan itu.
• Penelitian klinis.
Penelitian ini menekankan penggunaan banyak metode. Ciri utamanya adalah menentukan rancangan riset.

Riset Teologi Biblika
Yang dimaksud oleh penulis adalah eksegesis (memahami makna teks) dan kajian Alkitab (menyelidiki Alkitab dan bagian-bagiannya sebagai teks). Ada berbagai metode penelitian biblika, di antaranya adalah:
• Penerjemahan.
Penerjemahan adalah pemindahan teks kuno ke dalam bahasa modern dengan mempertahankan arti dan maksud asli penulisnya.
• Kritik teks.
Kritik teks adalah istilah umum yang menunjuk pada analisa ayat-ayat Alkitab atau semua metodologi yang diterapkan untuk menyelidiki teks biblikal. Jadi menyusun dan menetapkan teks asli sedekat mungkin.
• Kritik sumber.
Yaitu metodologi analisis dalam penyelidikan buku-buku biblikal untuk menemukan dokumen-dokumen yang telah dipakai dalam penyusunan wacana tertulis. Jadi menyelidiki ciri-ciri sebuah teks.
• Kritik bentuk.
Adalah analisis sebuah teks menurut bentuk-bentuk khas yang digunakan orang dalam konteks budaya tertentu.
Selain kritik-kritik di atas, ada berbagai bentuk kritik yang lain yaitu kritik redaksi (menyelidiki pesan dan maksud penulis dengan merekonstruksi situasi historisnya), kritik retorik (menyelidiki mengapa penulis menulis teks dan bagaimana dia menjadikan teks itu), kritik naratif (analisis kitab-kitab sebagai karya sastra yang utuh), kritik strukturalisme, kritik tanggapan pembaca, kritik dekonstruktif, kritik feminisme, dan kritik sosial. (hal 125-140)
• Penyelidikan Alkitab.
Penyelidikan Alkitab dapat menggunakan dan memadukan kritik-kritik di atas untuk mengetahui kebenaran Alkitab. Penulis memberikan 12 metode penyelidikan Alkitab yaitu model pertanyaan-pertanyaan pokok, model kanonik-historis, sintesis, kritis, biografis, historis, teologis, retoris, topikal, analitis, perbandingan, dan devosional. (hal. 140-145)
Salah satu penelitian teologi yang sangat penting adalah penelitian teologi sistematik. Penelitian ini adalah refleksi berdasar data Alkitab yang bertujuan untuk memformulasikan dan mereformulasikan ajaran secara kritis. Sitematika memberikan pernyataan doktrin-doktrin iman kristen yang berkaitan secara logis, berdasar Alkitab, dalam konteks budaya, dinyatakan dengan ungkapan kontemporer, dan berkaitan dengan masalah kehidupan atau kematian.
Penelitian teologi lain yang sangat penting adalah teologi praktika. Teologi praktika adalah bentuk pemikiran tentang kehidupan dengan maksud menjelaskan struktur dan kecenderungan pengalaman. Praktika bersifat komunal karena refleksinya dilakukan dalam masyarakat yang nyata. Praktika bersifat analitis, konstruktif, dan evaluatif.


Bab 6: Penelitian Kesejarahan

Penelitian sejarah adalah pencarian sistematis mengenai fakta-fakta yang berhubungan dengan pertanyaan tentang masa lampau dan penafsiran fakta. Penelitian sejarah berhubungan dengan sejarah sosial dan sejarah kebudayaan. Agar makna dan hubungan antar-peristiwa dapat ditemukan secara tepat, peneliti harus mendekati peristiwa-peristiwa itu sedekat mungkin sehingga dapat direkonstruksi sebaik mungkin.


Bagian II: Proposal

Tahapan-tahapan riset terdiri dari perancangan, penulisan proposal, pelaksanaan riset, pelaporan dan presentasi. Format proposal penelitian kuantitatif dan kualitatif dapat dilihat di halaman 175-178.

Bab 7: Masalah

Masalah yang terjadi adalah penyebab terjadinya penelitian. Masalah timbul bukan hanya yang dialami dalam praktek melainkan juga ketika ada dua teori yang saling bertentangan, bahkan hal-hal yang dalam kehidupan sehari-hari dianggap bukan masalah. Walaupun demikian, kebanyakan masalah harus dicari melalui pengamatan, pengalaman, dan pemikiran (walau dapat secara kebetulan). Masalah penelitian bisa didapatkan bertolak dari teori, teologi, atau filsafat. Bidang yang dipilih adalah bidang yang paling menarik bagi peneliti. Setelah itu pokok persoalan (yang dibatasi luasnya) ditentukan dengan memikirkan variabel atau konsep-konsep dalam bidang studi itu. Misalnya bidang teologi memilih konsep ‘tritunggal’, bidang biblika memilih ‘dalam nama Yesus’, bidangpsikologi agama memilih ‘pengalaman puncak’.
Pernyataan masalah dapat ditulis dengan cara diskusi, proposisional, atau gabungan keduanya. Pernyataan masalah hendaknya lengkap tidak hanya berupa pokok dan jelas sehingga tidak disalah mengerti tetapi singkat.
Kata pendahuluan berfungsi untuk memberikan latar belakang permasalahan dan mengantarkan pembaca ke pernyataan masalah penelitian. Pembahasan dimulai dari hal-hal umum menuju hal-hal yang makin sempit dan khusus.
Pernyataan masalah perlu diikuti dengan penjelasan istilah. Istilah yang perlu dijelaskan adalah istilah yang pokok, kata-kata yang tidak biasa, konotasi tertentu dan variabel-variabel.
Setelah peneliti menentukan masalah penelitian, menetapkan, menjelaskan dan memberikan batasan operasional terhadap variabel-variabel, peneliti perlu mencari suatu hubungan di antara variabel-variabel itu. Hal ini disebut hipotesis. Hipotesis adalah pernyataan deklaratif yang menunjukkan adanya kemungkinan hubungan tertentu di antara dua atau lebih variabel yang dapat diuji. Dalam mengembangkan hipotesis, peneliti perlu mempertimbangkan hubungan yang diharapkan di antara variabel-variabel tersebut. Contoh hipotesa: keanggotaan gereja meningkat jika identifikasi anggota gereja meningkat.
Tujuan utama tinjauan kepustakaan adalah untuk mengembangkan kerangka kerja dan alasan penelitian yang akan dilakukan. Tinjauan kepustakaan menentukan apakah hipotesis atau pertanyaan penelitian yang ditetapkan sudah cukup diselidiki atau belum (kepatutan penelitian), membantu menghasilkan hipotesis dan pertanyaan penelitian. Bahan-bahan yang terkumpul perlu dipadukan sehingga menghasilkan sintesis kepustakaan yang logis dan kait mengkait dengan masalah penelitian.
Sedangkan tujuan penelitian adalah untuk mengumpulkan data dengan cara tertentu untuk menjawab pertanyaan penelitian yang dikemukakan sebagai sasaran penelitian. Sasaran penelitian dapat mempunyai tujuan utama (maksud pokok penelitian) dan tujuan-tujuan spesifik (isu-isu spesifik yang akan diteliti). Kepentingan penelitian akan menjawab pertanyaan ‘so what?’ yang menjelaskan apa yang disumbangkan penelitian secara teoritis dan praktis terhadap dunia ilmu pengetahuan.


Bab 8: Metode

Di dalam metode, rancangan penelitian dan variasinya yang akan dilaksanakan harus dijelaskan, termasuk strategi atau metode yang akan digunakan beserta alasan pemilihannya. Jadi peneliti merancang riset dari awal sampai menjelaskan bagaimana dan dari mana data dikumpulkan. Dalam metode penelitian kuantitatif, data dapat dikumpulkan melalui administrasi instrumen (kuesioner, skala, tes), observasi dan pemeriksaan dokumen. Sedangkan secara kualitatif, data dikumpulkan melalui pengamatan dan pemeriksaan dokumen dan wawancara. Peneliti perlu memutuskan bagaimana melakukan pengujian terhadap validitas (isi, prakiraan), realibitas (konsistensi internal), prosedur penggunaan metode beserta alatnya dan bagaimana data yang diperoleh akan diperagakan.
Rancangan apapun yang dipilih memerlukan sumber data. Penelitian kuantitatif mendapatkan data dari populasi dan sampling, sedangkan penelitian kualitatif memperoleh data dari tempat penelitian atau partisipan. Populasi yang dipilih harus diberi batas secara jelas. Ketika populasi yang dipilih besar jumlahnya, sampel dapat dipilih, tetapi jika populasi yang diteliti kecil, keseluruhan populasi dapat digunakan. Prinsip yang penting mengenai sampel adalah benar-benar mewakili populasi bukan karena alasan lain. Sproull menyatakan empat metode pengumpulan data yaitu wawancara, administrasi instrumen, observasi, dan pemeriksaan dokumen tertulis. Pemakaian lebih dari satu metode sangat dianjurkan untuk menutupi kelemahan sebuah metode dengan metode yang lain.
Alat-alat pengumpulan data seperti kuesioner, daftar wawancara, skala, dll biasanya dibuat sendiri dan harus memenuhi tiga syarat yaitu valid (mampu berfungsi sesuai tujuan), reliabel (hasilnya dapat dipercaya), obyektif (jika diulang akan menghasilkan hasil yang sama).


Bab 9: Analisis

Bagian analisis meliputi uraian mengenai jenis analisis data yang akan dilakukan dan alasan pemilihannya, rencana penyajian data, prosedur analisis dan penyajian hasil analisis, ketentuan-ketentuan mengenai penafsiran hasil analisis dan evaluasi. Prosedur analisis data perlu dipastikan sesuai dengan data kuantitatif atau data kualitatif. Hal ini akan menentukan jenis analisis data yang dipakai, statistikal atau bukan statistikal. Penelitian yang memakai hipotesis memerlukan analisis statistik karena hipotesis itu perlu diuji.
Analisis data kuantitatif menggunakan analisis statistik. Ada empat tingkat pengukuran yang dilakukan yaitu:
• nominal, yaitu mengenakan angka pada obyek atau peristiwa yang tergolong secara timbal balik, eksklusif dan eksostif.
• ordinal, yaitu mengenakan angka yang berurutan pada objek atau peristiwa yang dapat ditempatkan dalam kategori ekslusif timbal balik dan dapat disusun dalam skala ‘lebih besar atau lebih kecil dari’.
• interval, yaitumengenakan angka pada objek atau peristiwa yang dapat dikelompokkan, dapat disusun dan jarak antara unit-unitnya dianggap setara.
• rasio, yaitu mengenakan angka pada objek atau peristiwa yang dapat dikelompokkan, disusun, dan jarak antara unit-unitnya dianggap setara.
Bila peneliti menggunakan analisis data kuantitatif, dia harus memilih memakai statistik parametrik (uji statistik untuk hipotesis yang berkaitan dengan parameter seperti mean dan karelasi) atau bukan parametrik ((uji statistik yang tidak memerlukan pra-anggapan uji parametrik dan jenis data interval). Pengambilan keputusan mengenai statistik mencakup dua jenis fungsi statistik, yaitu statistik deskriptif dan inferensial.
Penelitian kualitatif erat hubungannya dengan pengumpulan data berupa data deskriptif harus dianalisis agar dapat diartikan. Proses analisis data kualitatif mengubah sifat data dan mencakup tiga sub proses yaitu:
• deskripsi, yaitu mencatat data apa adanya dan menjawab pertanyaan ‘apa yang terjadi di sini?’.
• analisis, yaitu membahas identifikasi ciri-ciri objek serta menjelaskan secara sistematis hubungan di antara ciri-ciri itu dengan singkat dan bagaimana objek beroperasi.
• interpretasi, membahas pertanyaan ‘apa arti semuanya itu?, apa yang harus dilakukan?’ terhadap konteks dan makna sebagai kelanjutan dari penemuan.

Dalam penyajian data perlu dijelaskan bagaimana cara mempersiapkan data agar dapat dianalisis, cara mengatur data, dan cara menggambarkannya. Penyajian data dapat berupa tabel, visual, analisa naratif, dll. Sementara itu pada penafsiran dan evaluasi, penulis menjelaskan cara penafsiran yang telah ditentukan dan akan dilakukan. Bagaimana validitas simpulan itu dipastikan, harus dipastikan penafsirannya valid.
Penafsiran dan penyajian tidak dapat dipisahkan karena orang melakukan penafsiran pada waktu menyajikan hasil. Rancangan kualitatif hanya menyajikan rencana jawaban atas setiap pertanyaan penelitian karena tidak ada uji hipotesis. Oleh karenanya, peneliti harus menyatakan rencana penyajian hasil penafsiran. Simpulan rancangan kualitatif seharusnya mencakup langkah-langkah verifikasi, penentuan ketepatan laporan, dan menunjukkan kemungkinan pengulangan studi oleh orang lain. Dengan demikian, validitas penelitian dapat dipertanggung-jawabkan.


Bab 10: Perencanaan Waktu Pelaksanaan, Unsur Lain, dan Penulisan Proposal

Dalam melakukan penelitian, rencana pelaksanaan dan waktu penulisan harus direncanakan dengan baik dan realistis sesuai dengan keadaan dan kemampuan peneliti.
Sproull menyerankan pemakaian bagan PERT (Program Evaluation and Review Technique) dan CPM (Critical Path Method) untuk memperkirakan waktu. Langkah-langkahnya sbb:
• Menetapkan setiap kegiatan pelaksanaan penelitian dan penulisan laporan. Meliputi mendapatkan sumber data, menyiapkan alat pengumpul data, mengumpulkan data, menganalisa data, membuat laporan, dan menyajikan hasil secara lisan.
• Mendaftar kegiatan yang bergantung dan tidak bergantung kepada penyelesaian kegiatan-kegiatan sebelumnya.
• Membuat bagan kegiatan-kegiatan yang bergantung kepada rangkaian waktu.
• Membuat bagan kegiatan-kegiatan yang berdiri sendiri pada waktu yang tepat dan selaras.
• Menghubungkan bagan kegiatan-kegiatan dengan garis.
• Menentukan perkiraan waktu untuk setiap kegiatan dan menempatkannya pada bagan.
• Menjumlahkan perkiraan waktu dalam setiap alur.
• Menentukan alur dengan jumlah perkiraan waktu yang terbanyak sebagai alur kritis dan mencantumkannya dalam bagan dengan garis tebal dan keterangan. (285-334)

Penulisan dan penyerahan proposal sangat penting karena untuk mendapatkan izin dan atau mendapat dana untuk penelitian bergantung pada seberapa baik proposal yang ditulisnya. Proposal adalah penuangan hasil merancang riset dalam bentuk tulisan secara ringkas dan jelas. Penulis memberikan 14 langkah-langkah penulisan proposal di halaman 335. Beberapa di antaranya sbb:
• Mengantarkan pembaca kepada masalah.
• Menetapkan masalah dan atau tujuan atau maksud atau arah.
• Mendefinisikan masalah.
• Mempersiapkan analisa data dan penafsiran hasil analisis.

Contoh usulan penelitian secara lengkap ada pada halaman 346-409.
Bagian III: Pelaksanaan dan Pelaporan

Bab 11: Pelaksanaan Penelitian

Dalam melaksanakan penelitian ada etika penelitian yang harus dipegang misalnya etika masyarakat akademis, etika sponsor, dan etika perguruan tinggi. Macam-macam etika dalam perilaku ilmiah adalah:
• Etika berkenaan dengan kebersamaan ilmuwan, yaitu mengakui sumber kutipan, peran orang lain, dan tidak merahasiakan hasil penelitiannya.
• Etika berkenaan dengan kepentingan pengetahuan, yaitu menjaga motif penelitian secara profesional.
• Etika berkenaan dengan keterbukaan, yaitu kritis dan jujur terhadap penelitian diri sendiri dan orang lain.
• Etika berkenaan dengan ketidakberpihakan, yaitu mengambil keputusan berdasar nilai ilmiah, bukan karena favoritisme.

Penulis meringkaskan sembilan langkah pelaksanaan proposal sbb:
• Membuat, memperbaiki, memilih, dan menguji coba alat pengumpulan data.
• Memilih sampel.
• Membuat kesepakatan dengan subyek.
• Mengumpulkan data.
• Mengatur dan meringkas data.
• Menganalisa data.
• Menguji hipotesa dan atau menjawab pertanyaan-pertanyaan penelitian.
• Memriksa penemuan tidak terduga.
• Meringkaskan penemuan-penemuan dan menafsirkannya.


Bab 12: Penulisan Laporan Penelitian

Inilah langkah terakhir dalam proses penelitian tapi bukan berarti kurang penting. Bagaimanapun baiknya penelitian dan hasil-hasilnya, bila tidak disajikan dan dikomunikasikan dengan baik akan menjadi kurang berarti.
Laporan penelitian biasanya dapat dikualifikasikan menjadi tiga kelompok yaitu laporan penelitian lengkap, artikel penelitian terpisah, dan laporan ringkas. Laporan penelitian ditujukan untuk kepentingan masyarakat akademik, sponsor penelitian, dan masyarakat luas.
Isi laporan penelitian biasanya meliputi empat bagian utama yaitu masalah, metode, penemuan, dan pembahasan. Sedangkan halaman depan meliputi halaman judul, daftar isi, daftar tabel, daftar ilustrasi, halaman persembahan, halaman moto, halaman pengesahan, pengantar, dan abstrak.
Bagian-bagian utama laporan penelitian dimulai dengan pendahuluan. Pendahuluan meninjau masalah penelitian dan menunjukkan kepentingan praktis dan teoritis peneliktian. Di dalam pendahuluan dapat dimasukkan sintesis kepustakaan yang menunjukkan pokok permasalahan dan keadaan pengetahuan mengenai masalah itu sampai saat ini.
Metode penelitian meliputi semua keterangan mengenai bagaimana penelitian dijalankan dan mencakup penjelasan mengenai rancangan penelitian serta pemakaiannya, penjelasan mengenai populasi, prosedur dan besar sampel, penjelasan terperinci metode pengumpulan data, penjelasan lengkap eksperimen atau prosedur pengumpulan data, penjelasan terinci analisis yang dipakai dan prosedurnya, pernyataan mengenai keterbatasan dan pra-anggapan, dan penjelasan singkat mengenai masalah yang tidak diharapkan, yang mungkin mempengaruhi hasil penelitian.
Penyajian penemuan di awali dengan penyajian data diikuti penemuan-penemuan atau hasil analisis yang disajikan dengan tepat dan jelas. Data-data dikelompokkan, diatur, dan dipilah sesuai dengan masalah penelitian. Hasil uji setiap hipotesis disajikan satu per satu. Baik hasil analisis data secara kuantitatif atau kualitatif harus disajikan sedemiikian rupa agar mudah dipahami pembaca.
Bagian pembahasan penemuan dapat dimulai dengan ringkasan masalah dan metode penelitian dan tinjauan mengenai temuan-temuan penelitian yang penting. Setelah itu arti penemuan atau penafsiran hasil analisis data dibahas dalam sintesis kepustakaan. Perincian isi pembahasan penemuan bergantung pada sifat penemuan dan yang telah dikatakan sebelumnya mengenai penemuan itu serta pada paradigma rancangan penelitian.
Bentuk laporan penelitian dapat berbentuk laporan penelitian historis (tidak ada format baku, masalah dan topik menentukan bagaimana penyajian penemuan tersebut), laporan penelitian kuantitatif (berbentuk penuturan penelitian), dan laporan penelitian kualitatif (berbentuk kisah penelitian).


Penutup

Sebagai panduan riset, buku ini memberikan suatu fondasi yang kokoh dan memberikan satu penggambaran proses melakukan riset dari proses pertama sekali sampai akhir penyelesaian penelitian. Isi buku sangat lengkap memberikan informasi, teori, dan contoh praktis melakukan penelitian, terutama bagi peneliti junior yang masih sangat terbatas pengetahuannya tentang penelitian.
Kekurangan dari buku ini menurut hemat saya adalah rumitnya penjelasan yang diberikan. Sebenarnya buku ini sangat sistematis, hanya penjelasan yang diberikan cenderung rumit karena penulis mengutip berbagai pendapat dari para ahli di mana banyaknya kutipan mereka akhirnya mengaburkan poin yang hendak disampaikan. Bukan pekerjaan yang mudah untuk menangkap maksud dari penulis, dibutuhkan konsentrasi dan usaha yang besar untuk memahami buku ini. Walaupun begitu sebagai buku pegangan mata kuliah metodologi penelitian pasca sarjana, buku ini sangat memadai. Persoalan lebih besar akan timbul ketika buku ini digunakan untuk tingkat sarjana.

No comments: